Perkawinan Nabi s.a.w ketika berusia 25 dan istrinya Khadijah 40 tahun, perbedaan usia yang jauh, tetapi perkawinan ini memberikan ketenangan kepada baginda. malah istrinya itulah yang pertama mengakui kerasulannya.
Nabi Muhammad s.a.w memiliki ciri seorang yang bakal menjadi pemimpin seisi alam, berbakat besar, fikiran yang cerdas dan perasaan yang halus, malah akhlaknya akhlak terbaik lagi terpuji.
ketika menginjak usia 40tahun, baginda lebih banyak melakukan tahannus(bersendirian) malah pada ramadan dibawanya bekalan lebih banyak untuk bertahannus lebih lama dari waktu sebelumnya.
Pada malam 17Ramadan yaitu 6 Agustus 610 Masehi, ketika baginda bertahannus di gua Hira, datang Jibril membawa tulisan dan meminta Nabi s.a.w membacanya, tetapi baginda mengatakan tidak dapat membaca beberapa kali,
ketika itu, usia baginda 40 tahun 6 bulan 8 hari (tahun Qamariah) atau 39 tahun tiga bulan dan lapan hari (tahun Syamsiah).
Setelah menerima wahyu itu ,dalam keadaan gemetar baginda pulang ke rumah dan meminta istrinya, Khadijah menyelimutinya .Setelah hilang cemasnya, diceritakanlah pengalaman itu kepada istrinya. lalu di jawab Khadijah:
Setelah di ceritakan Khadijah mengenai suaminya, (baginda s.a.w), Waraqah berkata :
selepas itu, baginda mulai berdakwah kepada keluarga dan sahabat terdekat supaya menyembah Allah, bukannya berhala. yang pertama beriman ialah istrinya sendiri, Khadijah, kemudian Alibin abi talib, Zaid bin harithah dan Abu bakar.
Dengan perantaraan sahabat karibnya, Abu bakar, banyak yang memeluk islam, termasuk Uthman bin affan, Zubair bin awwam, Saad bin abi waqas, Abdul raman bin auf, Talhah bin ubaidillah, Abu ubaidillah bin jarrah, Arqam bin abi arqam, Fatimah binti khatab dan suaminya, Said bin zaid al-adawi
Mereka bersama beberapa penduduk Makkah yang lain diberi gelar "As-sabiquun al-awwalun" yaitu golongan pertama masuk islam.
Berdakwah secara rahasia selama tiga tahun dan setelah itu turun firman ( ayat 94 surat Al-hijr,) yang memerintahkan Rasulullah s.a.w agar melakukan dakwah secara terbuka.
Seruan secara terang-terangan ini menarik perhatian masyarakat, sehingga banyak yang memeluk islam, namun sebahagian dari mereka marah, lebih-lebih lagi apabila berhala yang mereka sembah di kecam.
Lalu pemuka Quraisy menemui Abu talib supaya menasehati nabi Muhammad atas dakwah nya, yang menuduh akan menyebabkan perpecahan di dalam masyarakat.
Lalu Abu talib berkata kepada keponakannya itu :
Abu talib memanggilnya supaya kembali menghadapnya.
Baginda kembali menghadapnya, lalu Abu talib menegaskan, dia tidak akan menyerahkan baginda kepada kaumnya walau dengan apa alasan sekalipun. "pergilah dan katakanlah apa yang kamu kehendaki.."
Nabi Muhammad s.a.w memiliki ciri seorang yang bakal menjadi pemimpin seisi alam, berbakat besar, fikiran yang cerdas dan perasaan yang halus, malah akhlaknya akhlak terbaik lagi terpuji.
ketika menginjak usia 40tahun, baginda lebih banyak melakukan tahannus(bersendirian) malah pada ramadan dibawanya bekalan lebih banyak untuk bertahannus lebih lama dari waktu sebelumnya.
Pada malam 17Ramadan yaitu 6 Agustus 610 Masehi, ketika baginda bertahannus di gua Hira, datang Jibril membawa tulisan dan meminta Nabi s.a.w membacanya, tetapi baginda mengatakan tidak dapat membaca beberapa kali,
"Bacalah (wahai Muhammad) dengan nama tuhanmu yang menciptakan(sekalian mahluk). ia menciptakan manusia dari segumpal darah beku. bacalah dan tuhanmu yang maha pemurah.yang mengajar manusia dengan pena dan tulisan. ia mengajarkan manusia apa yang tidak dikehuinya (al-alaq: 1-5)Ia adalah wahyu pertama yang di turunkan Allah kepada nabi Muhammad s.a.w dan detik itu adalah permulaan baginda di angkat menjadi Rasulullah (utusan Allah) untuk menyampaikan risalah kepada seluruh manusia.
ketika itu, usia baginda 40 tahun 6 bulan 8 hari (tahun Qamariah) atau 39 tahun tiga bulan dan lapan hari (tahun Syamsiah).
Setelah menerima wahyu itu ,dalam keadaan gemetar baginda pulang ke rumah dan meminta istrinya, Khadijah menyelimutinya .Setelah hilang cemasnya, diceritakanlah pengalaman itu kepada istrinya. lalu di jawab Khadijah:
"bergembiralah wahai anak saudara, tetapkanlah hatimu, demi tuhan yang jiwa Khadijah di dalam tangan nya. Saya harap engkaulah yang akan menjadi Nabi bagi umat kita ini.Kemudian Khadijah kerumah anak saudaranya, Waraqah bin naufal, yang beragama Nasrani. dia juga bisa menulis bahasa Ibrani dan menyalin isi kitab Injil dan Taurat dalam bahasa Arab.
"Allah tidak akan mengecewakan engkau. bukan kah engkau senantiasa berkata benar yang selalu menghubungkan silaturrahim, bukankah engkau yang selalu membantu anak yatim, memuliakan tamu dan menolong setiap orang yang di timpa kemalangan dan kesengsaraan."
Setelah di ceritakan Khadijah mengenai suaminya, (baginda s.a.w), Waraqah berkata :
"Qudus, qudus, demi tuhan yang jiwa Waraqah di dalam tangan nya, jika engkau membenarkan aku. wahai Khadijah sesungguhnya sudah datang kepadanya (nabi Muhammad), dia sesungguhnya akan menjadi nabi bagi umat kita ini dan katakanlah kepadanya, ia tetap tenang."Menurut riwayat, kira-kira dua setengah tahun Setelah wahyu pertama, barulah baginda s.a.w menerima wahyu kedua, dalam keadaan berselimut, yang berbunyi(maksud) :
"Wahai orang yang berselimut! bangunlah serta berilah peringatan dan perhatian (kepada umat manusia). dan tuhan mu, maka ucaplah dan ingatlah kebesaran nya! dan pakaian mu, maka hendaklah engkau bersihkan. Dan segala kejahatan, maka hendaklah engkau jauhi. Dan janganlah engkau memberi(sesuatu, dengan tujuan hendak) mendapat lebih banyak daripadanya. Dan bagi tuhan mu, maka hendaklah engkau bersabar(terhadap tentangan musuh)!" (al-Muddaththir:1-7)Penurunan wahyu itu menjelaskan lagi tugas yang harus di lakukan baginda, iaitu mengajak manusia menyembah Allah dan tidak menyekutukannya
selepas itu, baginda mulai berdakwah kepada keluarga dan sahabat terdekat supaya menyembah Allah, bukannya berhala. yang pertama beriman ialah istrinya sendiri, Khadijah, kemudian Alibin abi talib, Zaid bin harithah dan Abu bakar.
Dengan perantaraan sahabat karibnya, Abu bakar, banyak yang memeluk islam, termasuk Uthman bin affan, Zubair bin awwam, Saad bin abi waqas, Abdul raman bin auf, Talhah bin ubaidillah, Abu ubaidillah bin jarrah, Arqam bin abi arqam, Fatimah binti khatab dan suaminya, Said bin zaid al-adawi
Mereka bersama beberapa penduduk Makkah yang lain diberi gelar "As-sabiquun al-awwalun" yaitu golongan pertama masuk islam.
Berdakwah secara rahasia selama tiga tahun dan setelah itu turun firman ( ayat 94 surat Al-hijr,) yang memerintahkan Rasulullah s.a.w agar melakukan dakwah secara terbuka.
Seruan secara terang-terangan ini menarik perhatian masyarakat, sehingga banyak yang memeluk islam, namun sebahagian dari mereka marah, lebih-lebih lagi apabila berhala yang mereka sembah di kecam.
Lalu pemuka Quraisy menemui Abu talib supaya menasehati nabi Muhammad atas dakwah nya, yang menuduh akan menyebabkan perpecahan di dalam masyarakat.
Lalu Abu talib berkata kepada keponakannya itu :
"wahai anakku! sesungguhnya aku dijumpai oleh pemimpin kaum ku. mereka mengatakan kepadaku supaya aku mencegahmu dari melakukan penyebaran islam dan tidak mencela agama serta nenek moyang mereka.Mendengar kata-kata pamannya itu, baginda berkata :
jadi, jagalah diriku dan diri mu, janganlah aku dibebani dengan sesuatu perkara yang di luar kesanggupanku."
"Demi Allah! wahai Pamanku, sekiranya mereka meletakan matahari di sebelah kanan ku dan bulan di sebelah kiri ku, dengan maksud kutinggalkan pekerjaan ini sehingga ia tersebar atau aku akan binasa kerenanya, namun aku tidak akan meninggalkan pekerjaan ini."Setelah mengungkapkan kata kata itu, Nabi berpaling lalu menangis.
Abu talib memanggilnya supaya kembali menghadapnya.
Baginda kembali menghadapnya, lalu Abu talib menegaskan, dia tidak akan menyerahkan baginda kepada kaumnya walau dengan apa alasan sekalipun. "pergilah dan katakanlah apa yang kamu kehendaki.."
Posted under:
Kisah-kisah Rasul
Nabi Muhammad s.a.w adalah rasul terahir yang turut tergolong rasul ulul azmi.
Baginda adalah sebaik-baik makhluk karena membawa rahmat kepada sekalian manusia.
Ibnu Abbas berkata : "Rasullulah dilahirkan pada hari senin, baginda diangkat jadi nabi pada hari senin, baginda hijrah dari makkah ke madinah pada hari senin, baginda wafat pada hari senin".
Baginda diberi gelaran sebagai Abdul Qasim dan Abu ibrahim, malah banyak lagi nama (gelar) diberikan pada baginda, misalnya Ahmad, Al-Maha (penghapus; karena Allah menghapuskan kekafiran dengan nya), Al-Aqibah (kesudahan; karena tiada nabi lagi setelah beliau), Al-Hasyir (menghimpun; karena manusia terhimpun atas agama yang dibawa nya).
Kitap Injil dan Turat juga menceritakan mengenai nabi Muhammad s.a.w malah disertakan sifat baginda. "yaitu orang yang mengikut Rasulullah nabi yang ummi, yang mereka dapati tertulis di dalam taurat dan injil yang ada disisi mereka. Ia menyuruh mereka mengerjakan yang baik, dan melarang yang keji; dan ia menghalalkan bagi mereka yang baik-baik, dan mengharamkan yang buruk; dan ia menghapuskan dari mereka beban beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka.
"Maka orang yang beriman kepadanya, dan memuliakannya, juga menolongnya serta mengikut nur(cahaya) yang di turunkan kepadanya (Al-Quran), mereka itulah orang yang berjaya (al-A'raaf157)
Dan ayat 6, surat As-shaaf, bermaksud: "Dan ketika nabi Isa ibnu Maryam berkata: Wahai bani Israel, sesungguhnya aku ini pesuruh Allah kepada kamu mengesahkan kebenaran kitab yang diturunkan sebelum ku, yaitu kitap Taurat dan memberikan berita gembira dengan seorang rasul yang akan datang kemudian dari padaku bernama Ahmad. maka tatkala dia datang kepada mereka membawa keterangan yang jelas nyata, mereka berkata: Ini adalah sihir yang jelas nyata!
Baginda kehilangan bapak sejak kecil, malah pada usia 6 tahun kehilangan ibu, menyababkan terpaksa menumpang kasih sayang dengan kakek nya, Abdul Muttalib.
Tapi dua tahun setelah itu kakeknya meninggal dunia, lalu baginda terpaksa di jaga pamannya, Abu talib.
ketika nabi Muhammad berusia 12 tahun, Abu talib membawanya ke Syam. Tiba di kota Basra (kampung perbatasan dengan Syria dan semenanjung Arab), seorang Rahib meperhatikan baginda. Rahib itu dikatakan dari golongan agama Masehi yang mendapat kecaman karena ucapannya mengenai tauhid. Dia menjalani kehidupannya sebagai seoarang rahib di penjuru padang pasir tanah Arab. Dia terkejut mendapati pada diri Muhammad ada tanda kenabian seperti di ceritakan dalam kitab Nasrani. Lalu dia berpesan pada Abu Talib untuk membawa pulang Muhammad karena takut orang Yahudi mengetahuinya.
Pada usia 20 tahun , Muhammad menyaksikan perang Fijar, melibatkan kabilah Qais dan musuhnya di Nakhlah, (diantara taif dan Makkah). perang itu untuk mempertahankan kesucian Makkah.
Walaupun hidup dalam masyarakat yang berbagai ulah, Nabi Muhammad tidak terpengaruh dengan perangai mereka, malah berpribadi mulia, selalu berbicara benar ,amanah dan jujur.
Disebabkan kemuliaan Akhlaknya itu juga baginda diberi gelar Al-amin oleh masyarakat Makkah. Ketika usia 25 tahun Baginda ke Syiria membawa barang dagangan Khadijah binti Khuwailid wanita kaya keturunan mulia dari bangsa Quraisy, mempercayakan barang dagangan kepada Nabi Muhammad karena baginda terkenal dengan sifat terpuji.
Khadijah tertarik dengan Nabi Muhammad, ketika itu Khadijah berusia 40 tahun.
Bersambung....ke part II
Baginda adalah sebaik-baik makhluk karena membawa rahmat kepada sekalian manusia.
"Bukanlah nabi Muhammad itu menjadi bapak yang sebenar bagi seseorang dari orang lelaki kamu, tetapi ia adalah rasul Allah dan kesudahan segala nabi. Dan Allah maha mengetahui akan segala sesuatu". (al-Ahzab:40)Nama penuh baginda adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutalib. Baginda berasal dari keluarga dan keturunan mulia, malah keturunan dari nabi Ismail a.s
"Sesungguhnya Allah memilih Ismail dari Ibrahim, memilih bani kinanah dari bani Ismail, memilih bangsa Quraisy dari bani kinanah, memilih bani Hasyim dari bangsa Quraisy dan memilih aku dari bani Hasyim." (hadist muslim)Nabi muhammad s.a.w dilahirkan pada hari senin 12 rabiul awal tahun gajah (sekitar 570 mesehi).
Ibnu Abbas berkata : "Rasullulah dilahirkan pada hari senin, baginda diangkat jadi nabi pada hari senin, baginda hijrah dari makkah ke madinah pada hari senin, baginda wafat pada hari senin".
Baginda diberi gelaran sebagai Abdul Qasim dan Abu ibrahim, malah banyak lagi nama (gelar) diberikan pada baginda, misalnya Ahmad, Al-Maha (penghapus; karena Allah menghapuskan kekafiran dengan nya), Al-Aqibah (kesudahan; karena tiada nabi lagi setelah beliau), Al-Hasyir (menghimpun; karena manusia terhimpun atas agama yang dibawa nya).
Kitap Injil dan Turat juga menceritakan mengenai nabi Muhammad s.a.w malah disertakan sifat baginda. "yaitu orang yang mengikut Rasulullah nabi yang ummi, yang mereka dapati tertulis di dalam taurat dan injil yang ada disisi mereka. Ia menyuruh mereka mengerjakan yang baik, dan melarang yang keji; dan ia menghalalkan bagi mereka yang baik-baik, dan mengharamkan yang buruk; dan ia menghapuskan dari mereka beban beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka.
"Maka orang yang beriman kepadanya, dan memuliakannya, juga menolongnya serta mengikut nur(cahaya) yang di turunkan kepadanya (Al-Quran), mereka itulah orang yang berjaya (al-A'raaf157)
Dan ayat 6, surat As-shaaf, bermaksud: "Dan ketika nabi Isa ibnu Maryam berkata: Wahai bani Israel, sesungguhnya aku ini pesuruh Allah kepada kamu mengesahkan kebenaran kitab yang diturunkan sebelum ku, yaitu kitap Taurat dan memberikan berita gembira dengan seorang rasul yang akan datang kemudian dari padaku bernama Ahmad. maka tatkala dia datang kepada mereka membawa keterangan yang jelas nyata, mereka berkata: Ini adalah sihir yang jelas nyata!
Baginda kehilangan bapak sejak kecil, malah pada usia 6 tahun kehilangan ibu, menyababkan terpaksa menumpang kasih sayang dengan kakek nya, Abdul Muttalib.
Tapi dua tahun setelah itu kakeknya meninggal dunia, lalu baginda terpaksa di jaga pamannya, Abu talib.
ketika nabi Muhammad berusia 12 tahun, Abu talib membawanya ke Syam. Tiba di kota Basra (kampung perbatasan dengan Syria dan semenanjung Arab), seorang Rahib meperhatikan baginda. Rahib itu dikatakan dari golongan agama Masehi yang mendapat kecaman karena ucapannya mengenai tauhid. Dia menjalani kehidupannya sebagai seoarang rahib di penjuru padang pasir tanah Arab. Dia terkejut mendapati pada diri Muhammad ada tanda kenabian seperti di ceritakan dalam kitab Nasrani. Lalu dia berpesan pada Abu Talib untuk membawa pulang Muhammad karena takut orang Yahudi mengetahuinya.
Pada usia 20 tahun , Muhammad menyaksikan perang Fijar, melibatkan kabilah Qais dan musuhnya di Nakhlah, (diantara taif dan Makkah). perang itu untuk mempertahankan kesucian Makkah.
Walaupun hidup dalam masyarakat yang berbagai ulah, Nabi Muhammad tidak terpengaruh dengan perangai mereka, malah berpribadi mulia, selalu berbicara benar ,amanah dan jujur.
Disebabkan kemuliaan Akhlaknya itu juga baginda diberi gelar Al-amin oleh masyarakat Makkah. Ketika usia 25 tahun Baginda ke Syiria membawa barang dagangan Khadijah binti Khuwailid wanita kaya keturunan mulia dari bangsa Quraisy, mempercayakan barang dagangan kepada Nabi Muhammad karena baginda terkenal dengan sifat terpuji.
Khadijah tertarik dengan Nabi Muhammad, ketika itu Khadijah berusia 40 tahun.
Bersambung....ke part II
Posted under:
Kisah-kisah Rasul
Dan tidak kami mengutus Rasul-rasul, melainkan sebagai pemberi berita gembira dan pemberi peringatan tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan alasan yang salah untuk menghapuskan kebenaran dengan alasan itu dan mereka menjadikan ayat-ayatku, dan peringatan yang di berikan kepada mereka sebagai ejek-ejekan
Posted under:
Santapan Rohani
Hadist riwayat Aisyah r.a, ia berkata :
Bahwa yang dilakukan pertama kali oleh Rasulullah s.a.w ketika tiba di Mekah ialah , beliau berwudhu lalu tawaf di Baitullah
Bahwa Nabi s.a.w pernah berbekam dalam keadaan sedang ihram
Posted under:
Santapan Rohani